Kembali ke Bulaksumur
Empat puluh tahun telah berlalu sejak kami melangkah sebagai mahasiswa baru Jurusan Hubungan Internasional FISIPOL UGM Angkatan 1986. Waktu membawa kami ke berbagai penjuru negeri dan dunia, menapaki jalan yang berbeda-beda: menjadi diplomat, akademisi, birokrat, pengusaha, jurnalis, profesional, maupun pengabdi masyarakat. Kami mungkin menempuh arah yang tak sama, tetapi akar kami tetap satu: Kampus Biru.
Reuni bukan sekadar temu kangen atau mengenang masa muda. Ia adalah perayaan perjalanan hidup, ruang untuk mensyukuri setiap pencapaian, berbagi cerita tentang perjuangan, kehilangan, kebahagiaan, dan pelajaran yang membentuk siapa diri kami hari ini. Kerutan di wajah dan rambut yang mulai memutih bukanlah tanda usia semata, melainkan jejak waktu yang telah kami jalani dengan penuh makna.
Kini, kami pulang. Pulang ke Bulaksumur, tempat mimpi-mimpi dulu ditanam. Di antara tawa yang kembali mengalir dan pelukan yang menghangatkan, kami merayakan persahabatan yang tak lekang oleh jarak dan waktu. Karena pada akhirnya, yang paling berharga bukan sekadar seberapa jauh kami melangkah, melainkan bahwa setelah empat puluh tahun, kami masih menemukan alasan untuk kembali berkumpul sebagai keluarga besar Hubungan Internasional FISIPOL UGM Angkatan 1986.






















































